Preferences
Preferences (pilihan). Berikut ini beberapa pola kalimat untuk menyatakan pilihan (lebih memilih A ketimbang B).
1. S + prefer + noun/V-ing + to + noun/V-ing
Contoh kalimat:
- I prefer riding a motorcycle to driving a car.
- We prefer this new building to the old one.
- She prefers singing to dancing.
- Andy prefers doing his hobby to watching TV all day.
Catatan: Untuk kalimat dengan subject tunggal maka kata prefer ditambah dengan -s.
2. S + like + noun/V-ing + better than + noun/V-ing
Contoh kalimat:
- Some people like doing sport better than staying at home on Sunday morning.
- My friends like English better than Math.
- His brother likes operating computer better than doing his homework.
- He likes basketball batter than football.
Catatan: Untuk kalimat dengan subject tunggal maka kata like ditambah dengan -s.
3. S + would rather + V1 + than + V1
Contoh kalimat:
- They would rather take the chance than ignore it.
- I would rather save the money than spend it.
- Rudy would rather phone me than sends SMS.
- He would rather leave than stays in this room.
4. S + would prefer + to V1 + rather than + V1
Contoh kalimat:
- Many teenagers would prefer to enjoy surfing on the internet rather than listen to the radio.
- I would prefer to open this window rather than close it.
- The police would prefer to arrest the robber rather than set him free.
- He would prefer to work rather than become an unemployment.
Apa itu PAKEM?
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Read more…
Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?
1. Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.
2. Mengenal anak secara perorangan
Parasiswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Read more…
Recent Comments